Jakarta, 16 Oktober 2026 — Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) melalui Program Studi Digital Business kembali menggelar Tedja Global Talks, webinar rutin yang diselenggarakan setiap dua minggu sekali. Edisi kali ini bertajuk "Smart Financial Management for Tourism Businesses: Understanding Fintech Funding, Risks, and Opportunities". Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti sekitar 90 peserta.
Materi disampaikan oleh Putri Andari Ferranti, S.E., M.S.E. Sesi dipandu oleh Dr. Dinar Nur Affini, S.E., M.M. Keduanya merupakan dosen Program Studi Digital Business IPTI.
Webinar ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang teknologi finansial (fintech) di sektor pariwisata. Usaha seperti homestay, biro perjalanan, restoran, dan usaha kreatif membutuhkan pengelolaan keuangan yang fleksibel. Kebutuhan itu muncul untuk biaya operasional, menghadapi perubahan permintaan, mengembangkan usaha, hingga menerapkan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Putri memperkenalkan konsep peer-to-peer (P2P) lending. Layanan ini mempertemukan pemberi dana (lender) dengan penerima dana (borrower) melalui platform digital. Model ini membuka alternatif pendanaan di luar pembiayaan konvensional, misalnya untuk modal operasional atau pengembangan usaha pariwisata. Namun, Putri menekankan bahwa akses pendanaan digital harus disertai pemahaman tentang biaya, risiko, kemampuan membayar, dan ketentuan yang berlaku.
Materi juga membahas perbedaan pembiayaan konvensional dan syariah, termasuk pentingnya memahami akad sebelum berkomitmen. Dari sisi keamanan, peserta mendapat penjelasan tentang:
- hak dan kewajiban pengguna,
- perlindungan data,
- cara memeriksa legalitas penyedia layanan fintech,
- cara menghitung biaya pembiayaan, dan
- tanda-tanda pinjaman online ilegal atau berisiko.
Agar lebih praktis, webinar dilengkapi aktivitas interaktif berupa studi kasus pendanaan sebuah homestay. Peserta diajak menimbang kebutuhan bisnis, tujuan penggunaan dana, jumlah dan biaya pembiayaan, kemampuan membayar kembali, serta risikonya. Setelah itu, peserta menentukan apakah pembiayaan tersebut layak diterima, ditolak, atau perlu dipertimbangkan kembali.
Webinar ditutup dengan tiga prinsip utama pengambilan keputusan keuangan:
- pahami sebelum berkomitmen,
- hitung sebelum meminjam atau berinvestasi, dan
- gunakan pembiayaan secara bertanggung jawab dan produktif.
Melalui kegiatan ini, IPTI berupaya memperkuat literasi digital dan keuangan di sektor pariwisata. Kegiatan ini juga membuka ruang berbagi pengetahuan antara akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat. Peserta diharapkan tidak hanya tahu cara memperoleh pendanaan, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak di tengah bisnis pariwisata yang semakin terdigitalisasi.