Jakarta, 2 September 2026 — Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) kembali menggelar Tedja Global Talks 2026, webinar rutin yang diselenggarakan setiap dua minggu sekali. Tema kali ini adalah "Live Streaming & Short Video as a PR-Marketing Strategy for Tourism: Through Chinese Perspective". Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti sekitar 90 peserta.
Narasumber acara ini adalah Dr. Liu Hao, Executive Vice Dean of the Silk Road College sekaligus Head of the Communication & Planning Department di Zhejiang Business Technology Institute (ZBTI), Tiongkok. Sesi dipandu oleh Muhammad Rojali, MHSDT, dosen Hospitality Management IPTI.
Dalam pemaparannya, Dr. Liu Hao membahas ekosistem live streaming dan video pendek di Tiongkok, termasuk platform seperti Douyin. Ia juga menjelaskan teori yang mendasarinya, studi kasus, praktik, serta risiko penggunaan strategi ini bagi industri pariwisata.
Salah satu studi kasus yang menarik perhatian peserta adalah keberhasilan Kota Harbin. Pada Desember 2023, antrean panjang di Harbin Ice and Snow World memicu protes pengunjung yang menuntut pengembalian dana. Pemerintah kota tidak meredam kritik tersebut. Biro pariwisata setempat justru segera meminta maaf, memperbaiki layanan, dan mengembalikan dana pengunjung. Respons cepat ini kemudian menjadi bahan video pendek yang positif dan viral di media sosial.
Harbin lalu terus menghadirkan pengalaman yang mudah difoto dan dibagikan. Contohnya karpet di Central Street, "bulan buatan" di atas Katedral Saint Sophia, buah pir beku yang disajikan di piring, hingga rusa kutub suku Oroqen. Hasilnya, menurut data Biro Kebudayaan dan Pariwisata Harbin, kota ini mencatat sekitar 3 juta kunjungan dengan pendapatan 5,91 miliar yuan selama libur Tahun Baru 2024. Sepanjang musim salju November 2023–Februari 2024, jumlah kunjungan mencapai 87,43 juta dengan pendapatan 124,89 miliar yuan.
Dari kasus tersebut, Dr. Liu Hao menekankan bahwa PR sebuah kota bukan soal membuat satu video promosi yang sempurna. Kuncinya adalah merespons dengan cepat dan terus menciptakan pengalaman publik yang dapat direkam dan diperbincangkan oleh pengguna.
Setelah pemaparan materi selama 45 menit, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Pada sesi ini, peserta berdiskusi langsung dengan narasumber.
Tedja Global Talks 2026 merupakan bagian dari kerja sama akademik IPTI dan ZBTI. Melalui kegiatan ini, IPTI mendorong mahasiswa memahami perkembangan komunikasi digital dalam pariwisata dari perspektif internasional. Pemahaman ini penting sebagai bekal menghadapi industri yang terus berubah.