Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) menggelar pertemuan daring bertajuk "IPTI x ZBTI: Cooperation Discussion" bersama Zhejiang Business Technology Institute (ZBTI), Tiongkok, melalui Zoom Meeting pada Selasa (13/10). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama pendidikan internasional. Fokusnya mencakup pembelajaran bahasa Mandarin, pertukaran mahasiswa, kolaborasi akademik, dan pengembangan program pendidikan bersama.
Pertemuan dihadiri Rektor IPTI, Dr. Ariani Kusumo Wardhani, bersama Direktur Non Akademik, Dr. Zairil, S.Pd., M.M. Dari pihak ZBTI hadir Julia Chua selaku Direktur Divisi Pertukaran dan Kerja Sama Internasional. Ia didampingi jajaran perwakilan bidang akademik, pendidikan internasional, dan kerja sama institusi.
ZBTI merupakan institusi pendidikan tinggi di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, dengan beragam program studi, termasuk pariwisata, perhotelan, dan bisnis. Perwakilan ZBTI menjelaskan bahwa institusinya berpengalaman dalam kerja sama pendidikan internasional. Pengalaman itu mencakup program pendidikan bersama dengan institusi luar negeri dan pembelajaran bahasa Mandarin bagi mahasiswa internasional. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan kolaborasi akademik dengan IPTI.
Kedua institusi membahas pengembangan program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan akademik masing-masing. Sebagai landasan, keduanya akan menyusun Memorandum of Understanding (MoU). Pelaksanaan program secara lebih terperinci akan diatur melalui Memorandum of Agreement (MoA).
Rektor IPTI, Dr. Ariani Kusumo Wardhani, menilai pembelajaran bahasa Mandarin sebagai peluang kolaborasi yang relevan bagi mahasiswa. Menurutnya, hal ini penting karena industri pariwisata dan perhotelan semakin terhubung secara global.
"Sebagai institusi yang berfokus pada pariwisata dan perhotelan, belajar bahasa Mandarin sangat menarik dan penting bagi mahasiswa kami. Kami berharap ZBTI dapat bekerja sama dengan kami dalam mengembangkan kursus bahasa Mandarin dan program pertukaran mahasiswa," ujar Ariani.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar lintas budaya dan memperluas wawasan internasional. IPTI juga terbuka terhadap pembelajaran secara daring maupun tatap muka, menyesuaikan kesiapan tenaga pengajar dan kebutuhan mahasiswa.
Salah satu agenda utama adalah rencana kelas pengenalan bahasa dan budaya Tiongkok. Sebagai tahap awal, ZBTI mengusulkan kelas percontohan (pilot class) secara daring. Kelas ini bertujuan memetakan minat, kebutuhan, dan potensi belajar mahasiswa IPTI. Materi pengenalan budaya Tiongkok juga dapat menjadi pembuka sebelum pembelajaran bahasa Mandarin dilaksanakan secara lebih terstruktur.
Julia Chua menyatakan kesiapan ZBTI untuk mendiskusikan format pembelajaran yang paling sesuai bagi IPTI. Pembelajaran dapat dilakukan secara daring maupun melalui pengajaran langsung oleh tenaga pengajar ZBTI.
"Kami dapat menyediakan kursus daring maupun tatap muka, tergantung kebutuhan institusi Anda. Kursus dapat kami rancang sesuai tujuan, minat, dan kebutuhan belajar mahasiswa," jelas Julia.
Selain pembelajaran bahasa, kedua institusi menjajaki program pertukaran mahasiswa. Pembahasan ini mempertimbangkan kalender akademik, bahasa pengantar, dan kesiapan mahasiswa. Program pertukaran jangka pendek selama satu hingga dua minggu dapat menjadi pilihan awal. Sementara itu, studi selama satu semester dapat dieksplorasi pada program studi yang relevan, yaitu pariwisata, perhotelan, bisnis digital, dan hubungan masyarakat (public relations). Untuk itu, kedua pihak akan bertukar informasi mengenai kurikulum, mata kuliah, dan struktur program.
Untuk jangka panjang, ZBTI memperkenalkan gagasan program pendidikan diploma tiga tahun. Program ini memadukan pembelajaran di IPTI, studi di ZBTI, dan pengalaman di industri. Gagasan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk penyelarasan kurikulum, persyaratan akademik, dan persetujuan otoritas pendidikan terkait.
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut:
- peninjauan draf MoU,
- penyusunan rencana kelas pengenalan bahasa dan budaya Tiongkok, dan
- koordinasi internal untuk mendata mahasiswa yang berminat.
Kedua pihak sepakat melanjutkan komunikasi untuk membahas aspek teknis, jadwal, dan kemungkinan pelaksanaan program pada semester mendatang.
Melalui diskusi ini, IPTI dan ZBTI berharap dapat membangun fondasi kerja sama pendidikan internasional yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperluas kesempatan belajar mahasiswa. Kerja sama ini juga diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi lintas budaya, dan penguatan hubungan akademik antara Indonesia dan Tiongkok.