Tedja Indonesia

Member of EHL Certified School Network

IPTI Gelar Industry Visit ke Hotel Kempinski Jakarta, Perkuat Kolaborasi dengan Industri Hospitality Global

Jakarta, 16 April 2026 – Mahasiswa Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) melaksanakan kegiatan industry visit ke Hotel Indonesia Kempinski Jakarta sebagai bagian dari pembelajaran berbasis industri guna memperkuat pemahaman praktis di bidang hospitality dan pariwisata. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya IPTI dalam menjembatani teori akademik dengan praktik langsung di industri perhotelan kelas dunia.

Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran manajemen hotel, termasuk Petra Baumann selaku General Manager yang memberikan sambutan pembuka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar ke depan IPTI dan Kempinski dapat menjalin kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya situs gacor dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor hospitality yang berdaya saing global.

Bapak Tato Heryanto menjelaskan tentang fasilitas Hotel Kempisnki kepada Mahasiswa, Dosen dan Rektor IPTI

Sesi pemaparan utama disampaikan oleh Tato Heryanto yang telah memiliki pengalaman lebih dari 11 tahun bekerja di Hotel Kempinski. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sejarah dan nilai-nilai yang menjadi fondasi Kempinski, termasuk filosofi pelayanan “True European Luxury Hospitality with Indonesian Warmth” yang memadukan warisan kemewahan Eropa dengan kehangatan pelayanan khas Indonesia. Ia menekankan bahwa setiap karyawan harus menginternalisasi DNA pelayanan yang berfokus pada tradisi dalam mengingat preferensi tamu serta menghadirkan kenyamanan melalui kebersihan, suasana, dan pengalaman yang berkesan bagi setiap tamu.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Sri Murtana yang telah berkarier lebih dari 14 tahun di industri hospitality. Ia menjelaskan secara komprehensif operasional divisi Food & Beverage di Kempinski yang mencakup berbagai restoran dan fasilitas unggulan, mulai dari konsep restoran dengan sajian lokal dan internasional hingga layanan eksklusif seperti in-room dining selama 24 jam. Ia juga menggambarkan bagaimana setiap outlet memiliki karakteristik unik, termasuk Paulaner Brew House yang memproduksi bir secara mandiri, OKU sebagai restoran Jepang premium, hingga Kempi Deli yang menghadirkan produk bakery segar. Selain itu, beliau menekankan pentingnya fleksibilitas dan adaptasi layanan sesuai dengan dinamika kebutuhan tamu, terutama dalam menghadapi perubahan situasi global seperti pasca pandemi.

Selanjutnya, I Made Muliawan memaparkan peran penting housekeeping dalam menjaga kualitas pengalaman tamu secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab housekeeping tidak hanya terbatas pada kebersihan kamar, tetapi juga mencakup pengelolaan laundry, uniform, serta perawatan area taman. Dalam implementasinya, setiap proses kerja dilakukan secara sistematis melalui penjadwalan yang terstruktur, standar operasional yang ketat, serta dukungan tim yang terlatih dan diawasi dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya personalisasi layanan dengan memahami preferensi tamu sejak awal masa menginap, yang kemudian diwujudkan melalui sentuhan khusus seperti penyediaan kartu personal di dalam kamar.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi hotel tour yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung operasional hotel secara menyeluruh, mulai dari fasilitas kamar hingga area publik dan restoran. Melalui pengalaman ini, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai standar pelayanan hotel berbintang lima serta kompleksitas pengelolaan operasional di industri hospitality.

Hotel Kempinski tour ditemani Bapak Tato Heryanto

Melalui kegiatan ini, IPTI kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis industri (industry-based learning) sebagai bagian dari strategi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan industri perhotelan internasional.